Sunday, June 21, 2009
Titip rindu buat ayah.........
'Apa kabar Ayah De?', ya dia memanggil Bapak ade di rumah dengan sebutan Ayah dan sudah jadi kebiasaannya tiap kami bertemu pasti yang pertama ditanyakan adalah kabar beliau di rumah dan itu juga yang bikin aku selalu respek dengannya. Mereka berdua, meski baru 2 kali bertemu, tapi sudah akrab layaknya kawan lama.
'Ya, alhamdulillah kabar Bapak baik, tadi subuh habis nelpon, katanya mau bikin nasi goreng buat ibuku dan d'Nas yang kemarin baru lulus SD n IPAnya dapat 9,8.. ceritaku panjang kali lebar.'
Dan kami pun saling bertukar cerita.. Selasa lusa dia mau ke Medan, dia dipindahtugaskan ke sana.. jiah kak,, napa ga ke Aceh,, candaku..
Sebelum berpisah, dia titip DVD Ebiet G Ade, yang sepertinya dia edit sendiri coz ada beberapa nama yang kami kenal + copyan lirik lag 'titip rindu buat ayah'
Makasih kak, untuk semuanya... semoga lancar dengan tugas di tempat baru :)
Lagunya aku copy di sini ya,,, rindu dan doa untuk ayah kita di rumah.
Titip Rindu Buat Ayah
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat dikeningmu
Kau nampak tua dan lelah,keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkus
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Ayah.......
Dalam hening sepi kurindu
Untuk ....
Menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
- Ebiet G Ade -
g
Saturday, June 20, 2009
Kawanku milad
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
dikala jiwaku tak terbatas
bebas merangkai mengulang waktu
.. Hingga masih bisa kurangkul kalian,, sosok yang mengaliri cawan hidupku ..
'met milad kawan,, buat Yuli teman sebangkuku kelas 1 n 2 SMP, Nurrul dkelas 3 n Atun pas kelas 3 SMA, Kadek teman 1kos n juRusan, NheLĂ n Fairuz'... Tgl,bln n thn kelahiran kalian sama padahal di tempat yang berbeda,, mizz u all.
Friday, June 19, 2009
My Happy Life
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Music |
| Genre: | Jazz |
| Artist: | Tompi |
Liriknya dalem banget ya,, dibuka sama tangisan Teuku Omar Dakari (anaknya Tompi) terus disusul ma suara Tompi yang apik..
aku suka aransemennya,, keren.. bisa didengar dalam situasi apapun
apalagi liriknya yang ini
Engkaulah bintangku
Cepatlah kau tumbuh
Ku tak sabar menunggumu
Berlari denganku hadapi dunia
Ku do’akan slalu kau besar dengan cintamu
Buatlah dunia bahagia denganmu
wuih,, doa dan harap kita buat adik kita juga kan hehehe.. *berasa terwakili aja
Niy dia lirik lengkapnya,, nyanyi yukz hehe
Merdu suaramu terdengar mengalun
Indahnya senyummu kalahkan pelangi
Hatiku tertegun di saat kau hadir
Kini engkaulah cinta
Engkaulah bintangku
Cepatlah kau tumbuh
Ku tak sabar menunggumu
Berlari denganku hadapi dunia
Ku do’akan slalu kau besar dengan cintamu
Buatlah dunia bahagia denganmu
Dan aku ‘kan slalu menjagamu
Memberi yang terbaik dariku
Dengarkan wahai bintang kecilku
Hati ini bernyanyi hanya untukmu
Love love love love
You’re my happy life
Love love love love
Hidup bahagiaku
Love love love love
You’re my happy life
Love love love love
Love love love love
Thursday, June 18, 2009
Mengenang 15 nov 2008
Waktu kecil dulu,, aku suka bersama nenek, beliau pendongeng ulung, ada-ada saja dongeng yang keluar dari bibir tuanya dan hebatnya beliau kreatif 'menamaulangkan' tokoh2nya..
Misalnya cerita Cinderella, sampai sekarang nama Cinderella yang terekam dimemoriku adalah Pacar Putih, sedangkan kedua saudara tirinya adalah Pacar Kuning dan Pacar Merah. Hhe, kami dulu suka berebut menjadi Pacar Putih dan secara tidak langsung membuat kami phobi dengan warna kuning&merah untuk sementara,, *anak kecil.
Lain lagi kalau sedang makan,, misalnya ada di antara kami yang membunyikan sendok, beliau suka bergumam 'kasihan Danu dan Dina, mereka ndak bisa tidur dengar dentingan sendok',, hhe ajaib kami cucu2nya langsung berhenti karena takut membangunkan Danu dan Dina, 2 tokoh rekaan nenek yang katanya sedang mencari orang tuanya tapi karena kelelahan akhirnya tertidur di langit. Kami sangat senang dengan mereka berdua.
Nenek, ada-ada saja kisahnya, kalau senggang suka mengajarkan kami menulis huruf kanji dan beberapa kalimat sederhana dalam bahasa Nippon (beliau menyebutnya begitu), sayang kami nggak ada yang serius belajar bahasa Jepang :(.
*untuk nenek yang meninggal 15 nov 2008
Sunday, June 14, 2009
Percik perca 2007
Ya, sebut saja namanya Retno. Saat itu, penghujung 2007, aku bersama teman-teman BEM Rema UNY 2007 pergi ke RS Hidayatullah Klaten, menjenguk akh Uki yang patah tulang karena kecelakaan di jalan Magelang. Tiba di
Sambil berjalan, menyusuri koridor itu (aku lupa namanya), aku mampir di sebuah ruangan, ada 4 ranjang, salah satunya tampak ibu yang baru saja melakukan operasi caesar (tulisannya benar ga?), sedikit ngobrol dengan keluarganya, ternyata mereka dari Wedi Klaten dan dulu termasuk korban gempa. Takut mengganggu, akhirnya aku pamit keluar. Di luar, ternyata aku disusul seorang ibu, sebut saja namanya Pariyem. Rupanya beliau ingin bercerita. Aku mengajaknya duduk di bangku panjang dekat ruangan akh Uki, biar aku tahu kapan teman-teman mau pulang, aku ga mungkin ditinggal
Hmm, masalahnya cukup berat, karena hubungannya Dinas Diknas 2 propinsi, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Obrolan kami cukup singkaat karena teman-temanku sudah mau balik ke Jogja, saat itu aku belum bisa menjanjikan apa-apa, sebagai tanda dulu, aku meminta identitas singkat putrinya beserta alamat sekolahnya yang di Jakarta plus nomor di Wedi yang bisa dihubungi, dan aku diberikan nomor suami dari ibu yang habis di caesar tadi, aku pun memberikan nomor handphone dan telpon kosku, dengan sedikit janji, 4 hari lagi saya akan menghubungi ibu. Saat itu aku belum tahu mesti melakukan apa, tapi satu.. putri ibu ini mesti tetap sekolah.
Dalam perjalanan pulang, aku sempat cerita pada teman-teman, tapi mungkin karena kondisinya crowded *perjalanan jauh euy, jadi mereka tidak terlalu memperhatikan, dan juga sedang ada pembahasan yang lebih urgen.. LPJ BEM Rema UNY 2007 hoho. Sampai di kos sekitar jam 9, berarti di rumahku jam 10 malam, belum malam banget, aku mesti menghubungi bapakku, biasanya beliau punya saran-saran ekstra. ‘Pa, nelpon ade’, smsku karena pulsaku limit banget *anak kost. Tak lama, bapakku menelpon dan aku pun menceritakan tentang kondisi ibu yang kutemui di Klaten tadi. Awalnya, beliau kasih step yang cukup rumit, sangat birokratis dan tentu butuh waktu dan biaya yang besar, sedangkan aku butuh yang cepat. Beliau paham, oke, coba hubungi ibu D*** beliau di dikdasmen pusat. Hehe, sip boss.., ujarku saat itu. Setidaknya sudah dapat 1 kunci.. Malam ini bisa tidur tenang.
Besoknya, aku menelpon ibu D***, kembali menceritakan tentang kejadian di RS Hidayatullah kemarin. Aku baru tau ternyata adiknya beliau jurusan Sastra Prancis UI 2001, dan kebetulan aku kenal soalnya sama-sama bareng di IMASPI (Ikatan Mahasiswa Studi Perancis se Indonesia) dan mereka berdua pernah mampir di rumahku, makan bandeng bakar *BeBaQaran selalu jadi menu andalan. Beliau janji bakal mengusahakan, secepatnya aku bakal dihubungi lagi. Semoga bisa, lagian aku juga bisa sambil mengerjakan LPJ Departemenku KOMINFO tercinta, sudah ditagih-tagih sama Atih bu mensesneg, dedline beberapa hari lagi. Garap cepat !!
Alhamdulillah berkat bantuan bu D*** dan beberapa pihak terkait *bahasanya, tidak terlalu memakan waktu lama, putri ibu tadi bisa pindah sekolah di salah satu SMK di Klaten dengan catatan langsung masuk di semester genap (Januari 2008) dan mesti duduk di kelas XI atau kelas 2 dulu, info lainnya, sekolah lama yang di Jakarta tersebut dapat SP dari Diknas DKI JKT agar tidak berlaku sepihak pada peserta didik *masalah pendidikan memang ga pernah selesai..
Hari itu juga, aku menghubungi ibu Pariyem, mengabarkan berita ini. Awalnya, aku ga enak juga waktu menjelaskan putrinya masih perlu duduk di kelas 2 lagi,. ‘Nggak apa-apa mba, yang penting anak saya bisa sekolah lagi dan dapat ijazah SMK’. Lega, beliau ternyata cukup mengerti. Dan kabar gembira lainnya, putrinya dibebaskan dari segala biaya baik di sekolah yang lama maupun yang baru.
Dan hari ini, 13 Juni 2009, putri remaja ibu tadi kini sudah lulus SMK, jurusan Administrasi Perkantoran. Katanya lagi, dia sudah diterima bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah biro konsultasi hukum di Klaten. Selamat ya Dek, semoga perjalananmu selalu dimudahkan oleh Allah SWT. Amiin
Jujur, aku salut dengan semangat ibu dan anak ini !!
SEKOLAH BISA !!