Bismillah ^^
berawal dari niat bersama antara SALIMAH DIY dengan ibu ibu pengungsi Merapi
akhirnya jadilah kreasi kreasi ini
semoga bisa jadi souvenir manis dari Jogja
^^
Berapa banyak yang Anda tahu tentang Islam sebelum menjadi seorang Muslimah?
Saya hanya tahu sedikit tentang Islam sebelum menjadi Muslimah. Saya hanya tahu apa yang dikatakan oleh media belaka.
Bagaimana Anda memeluk Islam?
Ketika saya ditangkap oleh Taliban, seorang ulama agama mendatangi saya. Dia bertanya pada saya beberapa pertanyaan tentang agama, dan ia juga bertanya apakah saya ingin masuk Islam. Saya ketika itu sangat takut bahwa saya jika memberikan jawaban yang salah, saya akan dibunuh. Setelah berpikir hati-hati, saya berterima kasih kepada ulama tersebut, dan mengatakan bahwa akan sulit bagi saya untuk membuat keputusan yang mengubah hidup sementara saya ditawan. Tap, saya berjanji, jika saya dibebaskan dan kembali ke London, saya mempelajari Islam.
Jadi setelah dibebaskan, saya membaca sebuah terjemahan bahasa Inggris dari Al Qur'an. Ketika saya pulang ke Inggris, saya mencari-cari dalam indeks Al Qur'an, dan membaca bab yang berbeda. Saya kagum dengan hak-hak dalam Islam yang diberikan kepada perempuan, dan itulah yang benar-benar membuat saya tertarik dengan Islam.
Setelah memeluk Islam, bagaimana dukungan terhadap Anda? Bagaimana mungkin seorang gadis pesta dan bergaya hidup Barat, tiba-tiba memeluk Islam?
Ya dan tidak. Saya mendapat banyak dukungan dari saudara saya, saya pikir saya lebih beruntung daripada banyak mualaf yang lainnya. Beberapa mualaf benar-benar membutuhkan dukungan sangat dekat dan pengawasan hampir setiap hari. Sayangnya, banyak dari kami (para mualaf) yang ditinggalkan begitu kami mengatakan kita telah ber-syahadat. Bahkan, saya ingin mengatakan kepada saudara-saudara di luar sana, tahun pertama bagi mualaf merupakan tahun sangat penting. Harap jangan meninggalkan kami setelah kami mengikrarkan Syahadah.
Apa yang menjadi tantangan terbesar Anda setelah memeluk Islam?
Belajar menjadi orang yang lebih baik. Hal ini mungkin terdengar aneh karena saya pikir saya bukanlah orang yang buruk sebelum memeluk Islam, tapi saya perlu belajar etiket Islam, seperti menjadi sabar dan toleran. Bagi mereka yang mengenal saya cukup baik tahu bahwa itulah saat yang berat buat saya.
Bagaimana keluarga dan teman-teman menerima Anda? Apa reaksi mereka?
Semua orang terkejut. Tetapi setelah beberapa saat, mereka tahu bahwa saya bahagia dan sehat. Mereka melihat bahwa apapun itu dalam hidup saya, saya melakukannya dengan sangat baik dengan itu. Teman perempuan saya bertanya, "Apakah kamu masih berpacaran?" saya jawab, "Mengapa kamu masih berpikir bahwa dengan semua hal ini hanya karena harus seorang lelaki?" Maksud saya, Anda harus menerima bahwa saya telah menemukan sesuatu yang memberi saya banyak kebahagiaan, kekuatan batin, dan spiritualitas.
Dengan semua riuh-rendah tentang jilbab, bagaimana Anda mengatasinya ketika Anda memakai jilbab di Inggris?
Saran saya untuk para politisi adalah jauhilah lemari pakaian kami. Saya tidak langsung mengenakan jilbab, dan saya sangat senang Anda bertanya tentang ini. Ketika seorang perempuan memakai jilbab keluar rumahnya, ketika itu ia sedang berjuang untuk Islam, dia ada di garis depan. Ketika berada di luar rumah, semua pelecehan akan dialamatkan kepadanya. Sayangnya, beberapa Muslimah diserang secara fisik karena perdebatan tentang jilbab yang dimulai oleh politisi yang keliru.
Saya salut kepada Muslimah yang memakainya, saya salut akan kekuatan, keberanian dan keyakinan iman mereka.
Untuk mereka yang tidak memakainya, saya akan memberitahu orang-orang di sekitar mereka untuk bersabar dan memberi mereka waktu. Kita semua dalam perjalanan spiritual, beberapa dari kami mencapai tingkat yang jauh lebih cepat daripada yang lain. Ini perlu waktu. Kita tidak harus kritis kepada saudara kita yang tidak mengenakan jilbab, karena ada banyak tekanan dan tegangan. Alih-alih bersikap kritis, kita harus mendukung dan membantu mereka.
Saya pribadi, memakai jilbab butuh waktu bagi saya, dan merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan saya sebagai seorang Muslimah. Setiap hari saya berkembang, dan jika kita berbincang dua puluh tahun kemudian, saya masih akan tetap belajar tentang Islam, insyaAllah.
Menurut Anda apa yang diketahui oleh orang-orang non-Muslim tentang Islam?
Kita harus menympaikan kepada Barat bahwa perempuan Muslimah tidak tertindas. Ada banyak isu yang memengaruhi perempuan Barat dan wanita Muslim. Dan apa yang akan saya katakan kepada wanita non-Muslim adalah bahwa ada cukup banyak substansi dan karakter di bawah kerudung itu. Jika anda melihat, Anda akan menyadari bahwa ada beberapa hal yang luar biasa; ada banyak perempuan Muslimah yang berkecimpung di dunia politik, kesadaran internasional, terampil, multi-berbakat di bawah kerudung itu. Jadi, bukannya menghabiskan begitu banyak waktu untuk bertanya-tanya ada apa di balik jilbab itu. Ada banyak feminis Islam. Dan mereka jauh lebih radikal daripada rekan-rekan sekuler mereka. (sa/iol)
SUMBER : ERAMUSLIM
Bismillah ^^
beberapa minggu yang lalu, seorang adik yang juga adalah sahabatku mengirimkan sms dalam bahasa jawa, isinya dia akan menikah. aku orangnya cukup mellow untuk beberapa hal, dan ketika membaca sms ini, lagi.. aku merasa terharu. subhanalloh, dia akan menikah.
aku teringat dengan Bapak 'begitu biasa aku memanggil ayahnya, beliau telah berhasil mengantarkan ke 6 orang anaknya dalam sebuah mahligai rumah tangga, dan ini adalah yang bungsu'.
tiba pada tanggal yang dinanti, 28 November 2010, ahad pagi yang begitu indah. di halaman rumahnya di daerah Rejosari Kudus sudah ada tenda biru berbalut putih dan tampak saudara-saudaranya mengenakan kebaya merah dan jas abu persis sama dengan jas yang dikenakan Bapak.
jam 10.15 rombongan keluarga laki-laki datang dengan segenap hantarannya, yang unik ada beberapa hantaran berupa puzzle dan alat permainan edukatif lainnya, rupanya sang perempuan memimpikan ada playgroup gratis di rumahnya kelak, seperti taman baca bersama yang dia rintis sekarang. subhanalloh, dia sangat mencintai anak kecil, memiliki sebuah sekolah alternatif yang mencerdaskan, dan memerdekakan plus tidak jumawa adalah mimpi mulia yang terus berusaha disemaikannya.
alunan sholawatan mengiringi proses akad nikah berbahasa Arab itu. dan alhamdulillah, barokalloh.. akhirnya adikku CINDY RIZKA AMALIA resmi menjadi nyonya Nanang a.k.a Arif Rahman.
tanpa menunggu proses keluarnya pengantin perempuan, aku dan 2 orang kawan langsung menemuinya di dalam kamar. di sana, kami melihat dia sudah berganti dengan kebaya merah yang begitu anggun. 'Ka ade, cindy udah menikah', setengah berteriak dan menahan haru dia menunjukkan cincin di jari manisnya. 'Cindy,, barokalloh ya Cin'.. dan proses ini di-cut karena Cindy memang masih harus dirapikan riasannya. ![]()
Cindy, sebuah nama banyak cerita. Aku mengenalnya ketika OSPEK, kebetulan aku jadi pemandu gugusnya. Belum 5 jam saling mengenalkan nama, tapi kami sudah seperti kawan lama, memang cerewet juga. Aku tahu tempat mainnya semasa kecil, keluarganya, jenis buku kesukaannya, hingga mimpi-mimpi dia untuk ke depannya. Dan kemarin ketika ada di rumahnya aku kembali teringat akan kisah-kisah sebelumnya.
Saat keluarga dan undangan foto bersama, aku sempat menengok perpustakaannya. Ada banyak buku, semua koleksi pribadinya Cindy, ada juga kamus berbagai bahasa. Yang menarik, aku melihat ada celengan kecil yang bertuliskan 'UANG DENDA'. Menurut Cindy, ada nilai kejujuran di sana, karena denda itu bagi yang 'merasa' mengembalikan buku lewat dari tanggal yang ditulisnya sendiri. Taman baca ini terus berjalan dan sejujurnya saya ingin mengajak teman-teman MP-ers buat ikut berbagi buku di sini,insya Allah bisa jadi ladang amal kita di daerah Sunan Muria Kudus ini :).
Di luar rumah, tampak beberapa undangan sedang menulis kesan dan pesan di atas kain putih polos, aku juga ikut menulis.
Akhirnya, seperti sajak 'NYANYIAN KEPADA PEREMPUAN' dari seorang ayahnda 'Suminto A. Sayuti' Dekan yang selalu di hati
"... aku adalah lelaki dan engkau pun perempuan
Kita adalah sudra yang membangun kemah hunian
di tepi belantara... "
selamat menempuh hidup baru, terimakasih untuk souvenir tanaman jati ini, selamat berbagi dan dolanan dengan anak-anak Rumah Baca Bersama yang tak lagi sendiri. dan semoga suatu saat bisa kembali menengok Cindy dengan keluarganya dan juga pohon Sukun di halaman rumah Cindy