Showing posts with label mereka. Show all posts
Showing posts with label mereka. Show all posts

Monday, March 21, 2011

surat seorang anak pada ayahnya*

Ayah, aku pernah sangat jengkel padamu. Beberapa kali, seingatku. Bukan karena engkau menolak permintaanku, tetapi jawaban khas itu, "Nanti ya, tunggu gajian, tanggal muda." Seolah engkau selalu memutar kembali redaksi jawaban itu untuk setiap rengekan anak-anakmu. Waktu itu, aku tak sepenuhnya paham bahwa isi kantongmu sangat bergantung pada tua mudanya tanggal.


Aku selalu jengkel kenapa engkau memilih toko itu. Toko sepatu tak bernama, ruangannya kecil, koleksinya sangat terbatas. Selalu tak kutemukan merek sepatu yang kuinginkan. Aku jengkel, tapi belakangan aku tahu, toko itulah yang mengerti kondisi kantong seorang PNS golongan rendah dengan empat orang anak. Di toko itu, engkau bisa mengambil barang dan dibayar sebulan kemudian.


Suatu hari, kami, anak-anakmu. berkomplot. Kami sepakat merengek minta dibelikan pesawat televisi. Engkau tak menolak, tetapi juga tak berkata-kata. Jawaban khasmu itu entah hilang ke mana. Sangat mengesalkan, karena bahkan tak ada janji untuk kami. Sampai suatu hari beberapa bulan kemudian, engkau memberi kami kejutan. Sebuah televisi hitam putih itu sudah berada di dalam almari rumah.


Kami baru tahu kemudian, selama ini engkau menyisihkan gajimu yang sudah terpotong untuk berbagai tagihan itu. Ditambah hasil menjual beberapa koleksi jam peninggalan kakek, engkau membelikan kami televisi. Padahal, kami semua tahu, pada jam-jam itu tersimpan kenanganmu yang dalam bersama kakek.


Ayah, aku selalu ingat janji-janjimu untuk menyekolahkanku di tempat terbaik. Engkau menyebut sebuah sekolah dengan asramanya yang mewah. Dalam sebuah piknik, engkau mengajakku ke sekolah itu. Gedungnya megah, segala prasarananya lengkap. Tak sabar aku ingin bergabung di dalamnya. Hingga suatu saat aku siap, engkau bahkan tak lagi menyebut nama sekolah itu. Tapi aku tak lagi jengkel, karena kemudian kutahu, biaya pendidikan di sekolah itu sangat mahal. Seluruh gajimu akan habis untuk biaya per bulannya. Jelas tak mungkin bagiku masuk ke sekolah itu.



tulisan di atas adalah sepenggal surat seseorang pada ayahnya. isinya mungkin sederhana. tetapi membawa satu pesan: betapa ayah kita selalu tak ingin anaknya kecewa. bisa memberi adalah kebahagiaan tersendiri, apalagi bagi seorang ayah untuk anak-anaknya. ayah akan tersenyum ketika kita, anak-anaknya, bisa tersenyum, begitu pula sebaliknya. mungkin kita tak sadar, ekspresi lepas kita ketika mendapatkan hadiah, saat terkabul permintaan, ketika membuka bingkisan oleh-oleh, selalu jadi pemandangan yang diharapkan ayah. ada selaksa bahagia dalam dada ayah, ketika melihat kita ceria.


*tulisan ini diambil dari majalah Tarbawi edisi Khusus... ayah punya caranya sendiri dalam mencintai kita*

Thursday, December 23, 2010

Didik Gunawan

Bismillah ^^

baru saja buka FB seorang Bapak, yang juga menjadi dosen Farmasi UGM
lebih kurang aku ingin nulis di wall-nya begini
'Pak, maturnuwun untuk wortel dan tomatnya.. saya mulai rutin konsumsi itu sekarang'

dan saya cukup terkejut
ketika setelah nama beliau di profil FB-nya ada tulisan (almarhum)
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
ada apa ini..

aku coba mencari tahu, menelusuri wall demi wall yang ditulis di FB-nya
umumnya berisi ungkapan duka cita
dan ada wall yang ditulis oleh anaknya

'Bismillahirrohmanirrohiim...
For all, kami pihak keluarga tetap akan membuka account ini, untuk mengenang dan mengambil hikmah positif dari adanya account ini...
Semoga bisa menjadi amal jariyah bagi ayah tercinta...our beloved father...Insya Alloh...amiiin...
We love u so much pap..'


Allah SWT telah memanggil beliau, tepatnya pada tanggal 20 Desember 2010
selamat jalan Bapak yang penuh perhatian,

saya memang tidak mengenal Bapak secara langsung
tapi cerita cerita tentang Bapak
adalah kisah kisah positif yang sungguh bermanfaat buat setiap yang mendengarnya..

terima kasih Pak, telah men-share-kan tulisan tulisan Bapak ke kami semua.

*tulisan ini untuk seorang Bapak, alm. Didik Gunawan
 http://www.facebook.com/digunawan
http://obtrando.wordpress.com/

kalembo ade


Monday, June 21, 2010

tentang ayah

Bismillah

berhubung minggu kemarin adalah hari yang konon dirayakan oleh 75 negara sebagai hari Ayah *Indonesia ga masuk*, aku ingin menulis sedikit tentang ayah di sini.....

tentang ayah
beliau pernah menyiram 1 jirigen madu sumbawa ke seluruh kakiku yang melepuh karena tidak sengaja menginjak api *umur 4 tahun*

tentang ayah
kami berdua pernah menunggu senja di toro ma tompo *sebuah bukit yang menjorok ke lautan* sambil bakar ikan sepuasnya, hanya berdua. *1991*

tentang ayah
beliau pernah melompat dari jembatan pelabuhan menuju 'kaitan' kapal yang hampir ditutup karena sebelumnya beda bis denganku *tahun 1991, penyebrangan Lombok - Sumbawa.

tentang ayah
berdua motoran ke bendungan di daerah Patula, hanya untuk menunjukkan betapa anugerah Allah Maha Besar, aku belajar renang untuk pertama kalinya di sana *tahun 1991*

tentang ayah
beliau membuatkanku katalog untuk buku buku yang sudah kubaca dan bersedia mendengar sinopsis yang aku susun sendiri ala kadarku.. *tahun 1991*

tentang ayah
beliau membawaku ke sebuah tempat, gunung yang sungguh gersang, dari sana bisa melihat sawah, sungai dan laut.. dan setahun kemudian tempat itu menjadi rumahku hingga kini *tahun 1991*

tentang ayah
aku menemaninya mencari mereka yang mau mengangkut tanah dan kotoran hewan ternak dengan truk ke rumahku, mencari mereka yang bersedia memecahkan batu batu besar, mencari mereka yang bisa mencabut akar akar pohon yang telah meranggas.. setelah semuanya berproses, aku akhirnya tahu, beliau ingin halaman rumah yang semula cadas menjadi hidup dan bisa ditanami *tahun 1992*

tentang ayah
suatu sore, ia pergi ke sebuah toko membeli tas berwarna merah dan membungkusnya rapi. keesokan harinya di malam pengumuman lomba lomba, aku mendapat hadiah tambahan berupa kado dengan bungkusan yang kukenal lewat hasil intipanku yang tak sengaja kemarin sore. ah,, lagi lagi beliau memberikan kejutan indah. *tahun 1993*

tentang ayah
aku menemukan surat surat ketikannya, yang isinya protes pada majalah berlangganan, Bo*o karena keterlambatan majalah itu sampai di rumahku padahal memang tempatku jauh. *tahun 1994*

tentang ayah
beliau sering membawa pulang pengumuman lomba menulis, kadang ia gunting dari koran, atau kadang memang poster dari Depdikbud. ia selalu memintaku untuk ikut *tahun 1994*

tentang ayah
beliau memberiku buku yang sungguh tebal -biografi pak Harto-, di situ ada cerita tentang pak Habibie, katanya. Ya, waktu itu aku suka dengan Habibie dan Amin Rais *tahun 1995*

tentang ayah
perjalanan pertama kami berdua untuk tempat yang jauh dengan waktu yang cukup lama, ia tetap setia mengikuti aneka kegiatanku, mewawancarai tokoh A, meresume kegiatan B, menulis mimpi mimpi, dsb. *tahun 1996*

tentang ayah
beliau mengikutiku dari belakang, ketika di awal Juni aku punya seragam baru *putih biru* dan ingin 'memamerkan'nya pada Deddy, karena kami beda sekolah dan model seragam.

tentang ayah
tak terasa, sejak 1997 hingga 2010
sudah banyak jejak tertoreh
sudah banyak kisah yang kau beri
semoga 2010 benar benar menjadi pertanda
untuk mimpi mimpi ayah yang lain..

I love u..

Friday, May 28, 2010

Foto MP-ers

Bismillah ^^

kenal dengan gambar ini ??

kuabadikan untuk kita yang pernah ada di dalamnya ^^


^in the cookies of life,, sisters are the chocolate chips^
be cheerful
keep hope alive for the moment ^^

kalembo ade

Dia selalu tepat waktu

Bismillah ^^

Tiap angka 04.20 subuh

Tapak kaki mereka menjejak tanah

Suara tua terdengar bercerita tentang malam sederhana yang mereka lewati

Mereka, 2 perempuan renta yang bermukenah lusuh


Tiap jam tiba di angka 06.15 hingga 12.15

Dia sudah ada,

Tepat di depan kosku

Menawarkan soto ayamnya yang segar

3500 rupiah satu mangkok

Dia, bapak soto ayam yang setia


Tiap angka 06.47

Dia dengan kendaraan BMW-nya

Bebek merah warnanya

Sudah berlalu dari jalanan kosanku

Mengantar anaknya di SD yang tak jauh dari kamarku

Dia, seorang ibu berjilbab besar


Tiap angka menunjuk jam 06.59 hingga 07.12

Dia selalu menggema berbunyi di sekitar kosku

Memberitahu siapa saja

Bahwa sesuatu yang dibawanya

Siap menambah energi anak kos yang akan beraktivitas

Dia, tukang roti yang sungguh ramah


Tiap angka menuju pukul 09.10 hingga 09.15

Dia pun tiba dengan sepedanya

Berteriak dari rumah ke rumah

Menjaja jasa jahit sol sepatu dan sandal

‘Sepatuuuu… sepatuuuuu’

Bunyi yang khas dari tukang sepatu keliling


Tiap angka menjelang 16.30

Tampak tenda tenda di lapangan sana mulai berdiri

Ada nila yang dibakar

Ayam yang digoreng

Makanan berkuah

Hmm,, mereka adalah bapak ibu lesehan


Tiap angka 20.25 malam

Dentangan wajan beradu dengan bunyian yang diciptakannya khas

Berada di depan kamarku

Menggodaku untuk sedikit mencicipnya

Sayang belum pernah berhasil

Dia, tukang sate ayam yang sungguh masih sangat muda


Tiap angka 22.10 malam

Derit roda gerobak mendentum jalanan

Ahaaa..

Kelezatan di tengah malam

Dia, pak dog dog dengan semua makanan berminyaknya


Sungguh

Mereka selalu tepat waktu

Menembus panas, hujan, atau pun angin

Demi satu, sebuah keyakinan


Keyakinan 2 nenek, akan Tuhannya

Keyakinan seorang bapak soto, bahwa sotonya akan laris manis hari ini

Keyakinan seorang ibu, akan masa depan anaknya

Keyakinan seorang tukang roti, makanannya cukup sebagai asupan energi pagi

Keyakinan seorang tukang sepatu bahwa banyak sol butut yang menunggunya

Keyakinan bapak ibu lesehan, bahwa tempatnya tetap jadi tujuan utama kuliner

Keyakinan seorang tukang sate, satenya dia sebenarnya enak

Keyakinan seorang pak dog dog, jualannya tak sampai melewati pukul 23.00


Mereka semua berangkat dengan keyakinannya masing masing

Berbeda, tetapi untuk satu

Demi sebuah kewajiban sebagai mahluk berakal

Dan mereka, selalu tepat waktu.


Kalembo ade ^^


Renungan untuk diriku sendiri, yang belum bisa tepat waktu ^^

Ruang Balqis, 28052010



Monday, May 24, 2010

Miladmu, 24 MEI INI ^^

Bismillah ^^

24 mei
dia sudah ada lagi
menghampirimu,,
sungguh manis
senyumnya indah

24 mei,,
tak terasa ya
kamu sudah lama bersahabat dengannya
semakin erat
semakin bernilai

karena pada 24 mei ini
kamu semakin sadar
tentang sebuah kata
yang berbunyi 'dewasa'

hmm
kita sama
berselisih setahun
dan sedang menuju proses itu

dewasa
seperti apakah dia
ayo kita mencarinya
menerobos gelap untuk sebuah pelita

hmm
maap
untuk segala ketaksempurnaanku
tapi ketahuilah
aku selalu ingin menjadi yang terbaik di matamu

selamat milad cinta
aku mencintaimu,, sangat..
melebihi apa yang ada didiriku saat ini

hehehe
terdengar picisan mungkin
tapi begitulah adanya..

buatmu yang tercinta
lagi lagi,, selamat hari milad
menjadi yang terbaik adalah impian kita
dan senyuman orang tua adalah spirit terbesar itu..

sayang,,
ini 24 mei mu
met milad ^^

Lov u so much ^^

untuk adekku Meichy Ismail, adek perempuanku yang pertama^^


Wednesday, March 3, 2010

Dia yang sekarang terbaring lemah

Bismillah

Jam 8 malam, hape saia alhamdulillah hidup kembali

sms pun mulai masuk

yang cukup membuat saia kaget, ada beberapa kawan yang meng-forward sms 'butuh darah O untuk mba Harni, ka.BIDWAN NTT sekarang sedang di RS Sarjito, untuk lebih jelas bisa menghubungi nomor suaminya 085253.....'. 

mba Harni? NTT? nomor suaminya?

untuk memastikan semua itu, saia coba  menekan nomor itu dalam hape saia, dan ada, dengan nama 'le mari de mb Harni'. Ya Allah, ini benar mba Harni yang kukenal.

sesaat, saia mengontak beberapa teman, untuk cari tau kabar terbaru, dan semuanya memang masih simpang siur. akhirnya, saia kontak nomor suaminya juga, dari beliau saia dapat informasi, untuk malam ini kebutuhan darah tercukupi tapi masih dibutuhkan lagi untuk hari berikutnya.

keesokan harinya, saia sms berantai ke teman teman fakultas, untuk menjenguk beliau jam 16.30 WIB.

alhamdulillah cukup banyak juga yang datang, dan kami membawa sedikit buah.. berharap mba Harni bisa menyicipnya sambil ketawa ketiwi melepas rindu. 

sampai di sana, di sebuah ruang ICU, saia hampir tidak mengenalinya.

sosok yang begitu energik, heroik, semangat, tegas dan vokal itu, terbujur begitu kaku, dikelilingi 2 monitor, beberapa slang, dan alat medis yang tak cukup kumengerti dan sedikit mengingatkan pada Salsa beberapa bulan lalu.

kami yang membesuk pun hanya diam

hampir tak ada yang bergumam sepatah kata pun

semua tak menduga sampai sejauh itu

*spizlez*

di ruang itu kami hanya sebentar

dan ketika keluar bertemu dengan suami mba Harni

beliau bercerita sedikit tentang kenapa pendarahan besar itu sampai terjadi

*meringis*

dan meminta bantuan teman teman lagi

seandainya bergolongan darah O untuk berkenan mendonorkan buat operasi mba Harni Jum'at ini.. *insya Allah ada mba..*

mba.. 

cepat sembuh ya

kami semua berdoa untukmu

amiinnn



Sunday, July 12, 2009

Pengen nulis tentang DIA

Bismillah

Tulisan ini buat aku pribadi,,murni tanpa tedeng aling2.

...
Orang yang rutin menelponku,, 4x sehari kalo beliau ga nelpon biasanya aku yang balas nelpon.. Rutinitas,,aslii tidak pernah membosankan..
Sampai ada temanku menyebutnya,, overdosis Dé..

Beliau,, selalu bisa kasih surprise n otomatis romantis hhe. Pernah suatu kali, beliau ada tugas ke Makassar n mestinya habis itu langsung balik ke Dompu..
Berangkat dari Makassar jam 9 pagi,, sekitar jam 12 siang tiba-tiba bell pintu kosku berbunyi,, subhanallah ternyata ada orang ganteng sedang ketawa sumringah sepertinya senang mengerjai daku.. Unforgetable moment !!

Lainnya??
Beliau kadang suka masak,, bikin telur ga sengaja urakarik,, nasi goreng ga niat asin,, tapi spesial tugas bakar-bakar,, dan aku suka menungguinya karena di sini beliau punya selipan episode kisah indah,, apalagi kalau bukan cerita semasa kuliahnya dulu,, jatuh bangun mendirikan HMI di Bali,, kampung Islam di Singaraja atau quote2 dari novel yang dibacanya.

Kami berdua penyuka makan,, sama-sama penyuka seafood..

Seperti orang lain juga,, kami punya prinsip,, temanku adalah temanmu,sahabatmu adalah sahabatku.. Tak ayal, banyak kawanku yang masih berhubungan dengan beliau meskipun sekarang sebagian sudah di Sumatera ato Kalimantan. Alasan mereka macam2,, orangnya sabar,
romantis banget ato
enak diajak ngobrol dll.

Beliau,, layaknya yang lain juga,, selalu berusaha tenang di depan kami, menyikapi semuanya dengan bijak..
Dibalik amanah pekerjaannya yang berat, tanggungan yang banyak, selalu tersedia ruang lapang untuk kami. Senyumnya adalah bekal kami kala merasa denyut waktu yang terus memburu...

Aku tau meski seluruh terimakasihku kuluapkan untukmu tak bakal sanggup membalas SELURUH yang kau lakukan untukku. Karenanya, tiap sujud terakhirku ternisbat hanya padaNYA, untukmu dan pasangan jiwamu..

Maaf dengan sangat untuk khilaf yang masih saja ada.

Klebengan,, 12 Juli 2009

Friday, March 20, 2009

ceritaku... From Sagan with Love ^^

Rating:★★★★★
Category:Other
Subuh, 04.35 WIB.. sahabatku Fita sms ngajak jalan-jalan pagi pake sepeda.
Ah, da lama ga naik sepeda.. terakhir dulu waktu 2006 bareng Salsa jam 7 malam menyusuri Karangmalang ke Mardliyah UGM.. co cweet..
Akhirnya, jam6 lewat dikit Fita sudah siap depan kosku.. kita bakal menikmati pagi dengan sepeda,, hmm bakal seru nih..
tuh sepeda barunya, dia baru beli awal tahun ini.. biasanya pake motor atau kadang sepeda BMXnya.. tapi sepeda bmxnya tinggal kenangan, banyak yang suka.. secara jarang-jarang ada perempuan 'berumur' make sepeda bmx yang biasa dipake anak SD kls V-VI (maaf fit)
yah begitulah, singkat cerita.. aku ma fita.. bersepeda (ade, penikmat dibelakang :D).. menyusuri Klebengan.. Fapet UGM.. FT UNY..Polsek Bulaksumur.. Lembah UGM... FE UGM.. sempat gembos n cari pak pompa ban alhamdulillah dapat.. baru itu berpikir,, kita kemana ya... ?? hoho
udara Jogja pagi hari masih enak banget tuh..
opsi tujuan pertama, cari mie ayam.. tapi mana ada siy mie ayam pagi buta gini.. alhasil kita akhirnya setuju ke Sagan.. makan soto ayam+sate beberapa tusuk+krupuk (fita doang)+es teh..
trus pulang,, tapi meliwati jalan yang beda.. kali ini jalan colombo-GOR UNY-masuk gang masjid Mujahidin (masjid UNY.. ceritaku bnyk disana)-gang karangmalang A1 (ex kosku dulu)- trus Karangmalang A11-B kosan Fita..
di sana ternyata sudah panas banget.. apa efek global warming ya.. terus nonton film.. hehe ternyata dia punya koleksi film Korea.. ga nyangka seorang Fita suka film Korea.. tapi bagus lho.. A moment to remember.. kisah pengidap penyakit Alzheimer.. romantis.. trus 3 Iron.. nih film festifal.. tanpa kata.. tapi bagus juga.. trus nonton film barat.. judulnya 21.. hmm boleh juga tuh,, walo mesti sensor lagi..
selesai nonton film,, nonton video klip terbaru dari Alanis Morissete n Bjork (Fita suka dengan 2 orang ini).. dia sempat cerita sedikit.. tapi begitulah,, aku lagi-lagi ga nyambung.. hmm da lama ga update kabar mereka siy..:)
pas mau pisah,, aku sempat nyulik tulisannya waktu dia nginap dikosku.. dasar Fita.. ternyata dia punya kesan mendalam tentang kosku :)

thx ya sis...

tulisan sahabat yang kuculik... 'menginap dikos ade'

Buku Pergerakan?

Ternyata begini ya, rasanya tidak punya tempat tinggal. Hm… Luntang luntung ke sana ke mari, untung aja lagi punya duit.

Kemarin, minggu sore (6 Juli 2008) saya pulang dari t4 keponakan saya di Magelang. Sampai di Yk, baru ingat kalau kunci kamar saya ketinggalan. Hasilnya, semalaman saya hotspot-an di kampus karna gatau harus ke mana saya titipkan tubuh saya yang kecil mungil tidak berdaya ini (ZZzzzzz…).

Sampai sekitar pukul 2 pagi, saya betah-betahin browsing ini itu (yang sebetulnya tidak begitu penting). Akhirnya saya putuskan pergi karena para hotspotter lainnya juga sudah berkemas. Saya agak takut sendirian mpek pagi di situ. Bukan karena takut diperkosa, tapi saya lebih takut kalau laptop, handphone, dan uang  saya dirampas, trus habis itu diperkosa, lalu  dibunuh, dan endingnya dimutilasi (Hih,ngeri amat yak? Kebanyakan nonton Sergap ma Patroli).   Jadi, setelah menimbang-nimbang lama sekali, saya akhirnya memutuskan untuk berpagi (bukan bermalam lagi) di warnet. Kebetulan Mas Kamal jaga mpek pagi.

Bbrrrrrr.. Dingin sekali, jam segitu harus naik ke KM 14 (Jakal). Tapi akhirnya toh nyampek juga. Di situ, sampe pagi juga ga tidur, malah brows tentang cara diet dan olah raga di Forum Fitness Kaskus. Aduh, saya jadi tahu, ternyata selama ini pola hidup saya benar-benar jauh dari kata sehat. Menurut forum tanya jawab tersebut, katanya kalau kita mau sehat, kita ga boleh makan nasi dan goreng-gorengan. Boleh sih, asal digoreng pakai olive oil. Yang bener aja,,,?! Lalu apa kabar dengan mi ayam, makanan favorit saya? Katanya sih boleh, ya… seminggu sekali lah, sesekali boleh memanjakan diri. Huaaaammmm… kayaknya kalo saya benar-benar mengikuti saran yang ada di situ saya bisa kurus lagi deh. Tapi apa mungkin ya, sehari saya cuma makan sereal, susu, dada ayam, jus bayam atau jus buah tanpa gula, beberapa iris roti gandum, dan buah-buahan yang tidak manis. Aaaaaaa……. Bisa mati kurus saya, apalagi kalau disuruh makan putih telor buat menambah pasokan protein dalam tubuh kita. Duh, belum lagi suruh latihan kardio (maksudnya apa pula… hihihi) setiap hari selama 20 menit-1 jam. Duh, Jennifer Lopez aja bakal kalah seksi sama saya nanti.

Dengan adanya beberapa trik dan intrik saat itu, akhirnya saya putuskan harus kembali ke kos saya. Sesampainya di kos, saya baru mikir mau ke tempat siapa, untuk sekedar ngliep barang sebentar (6 jam, hehe). Setelah beberapa nomor saya hubungi (teman-teman banyak yang sudah hilang dari peredaran), akhirnya hanya Ade yang merespon positif. Kebetulan beliaunya sekarang nge-kos di Babarsari (sekitar 20 menit naik motor dari kos saya).

***

Buju buneng, ini kos apa tahanan ya? Di mana-mana yang ada, kos kan tingkat yah, bahkan ada yang mpek lantai 3, jadi kalo pas Jogja diguncang gempa mending mluncat aja, hehe. Lah ini kos barunya Ade aneh bin ajaib. Bawah Tanah! Duh duh, ini kalo ada gempa bisa-bisa tertimbun gak kewenangan.

Suasananya sih enak nggak enak. Dibilang enak, ya karena cukup luas, bersih, dan tenang. Konon katanya belakangnya adalah sungai. Saya agak tidak percaya, sampai akhirnya saya naik ke amben (ranjang) dan berusaha membuka jendela mati yang posisinya emang agak tinggi. Ade melarangnya, karena dimungkinkan nanti banyak debu. Saya berdalih, cuma penasaran aja kok. Dengan enteng Ade menimpali, “Aku aja yang dah di sini dari kemaren-kemaren gak penasaran…” Ya sudah, saya akhirnya turun lagi. Tapi bener loh, kalau belakang situ adalah sungai. Emang pas saya baru dateng tidak ada tanda-tanda yang membuktikan bahwa itu sungai. Tapi siangnya, pada waktu saya tidur, ada suara air gemercik. Tidak terlalu deras sih, tapi saya dah lumayan percaya. Lebih percaya lagi setelah malem tiba. Sampai pada saat saya mengetik tulisan ini (pukul 2:28), bunyinya tu kwenceng banget. Mungkin alirannya lagi deras kali ya, jadi suaranya lebih mirip kaya air hujan. Ya, kaya aliran sungai yang airnya deres gitu lah. Duh, serasa di film Indiana Jones aja, tidur di samping sungai. Habis kayaknya tu bunyinya deket banget. Kaya di balik tembok ini persis. Dan sampai detik ini, saya masih penasaran tu sungai bentuknya kaya apa.

Nggak enaknya.. (1) Nggak ada sinyal, cuma sesekali numpang lewat aja. Ya iya lah, bawah tanah gitu lo.. (2) Sepi banget, sampai bingung ini masih alam manusia apa bukan, jangan-jangan saya keselong dedemit. Hussss!!! (3) Peralatan electricity-nya: huh nggak banget deh. Nggak ada colokan, ada colokan pun nggak bisa nge-charge (kudu dipegangin). Kayaknya sih bolongannya kelebaren. Masa iya chargernya yang ga standar? Dari 3 bolongan, kondisinya sama aja. Ffffhhh… (4) Toiletnya ga bisa dikunci. Tapi bersih si, jadi ga masalah-masalah amat, lagian kan cuma kita berdua yang tinggal di bawah (dari 3 kamar kos, 1 gudang, 2 kamar mandi dan 1 dapur). Lebih ngeselinnya lagi ini nih. (5) anak pembantunya tu ngintilan banget (red-suka ngikut). Percaya nggak percaya, pas sore-sore kita mau cari makan, tu anak dah dimandiin ma ibunya, didandanin, dibedakin, dikucir dua. Sebelumnya dia disuapin di tangga turun sambil nonton tivi ma kita-kita. Entah sengaja atau enggak, begitu dia tahu kalau kita mau pergi, tu anak (ya 2 th-an lah) udah stand by di atas. Ade dah bisik, “Duh entar tu anak pasti ngikut kita..” Tadinya sih ga mudeng. Tapi setelah naik ke atas, Mak…. Duh sebel deh. Mana anaknya ga cute kaya ponakan saya lagi. Diem pula. Ya terpaksa deh. Padahal tadi saya dah sempet nolak ma ibunya, kita mau jauh. Tapi tu anak ngambek, banting pintu keras banget sambil masuk ke dalem rumah. Jegerrrrr. Duh, kurang ajar bener. Akhirnya, kita berdua jalan sambil nenteng tu makhluk. Fffffhhh, merepotkan saja. Ibunya tuh yang seneng, meringis, begitu tahu kalau  kita jadi ngajak si anak itu. Dia bisa sante-sante.

Ada enak pasti ada gak enaknya. Eh selidik punya selidik, ade --buku tentang pendidikan--nya tuh banyak banget loh. Dari mulai buku tentang kurikulum, cara menjadi guru yang baik, accelerated learning, sampai buku pergerakan juga ada. Hahaha. Saya ngintip-ngintip nih mbukaknya. Tapi saya rasa Ade ga bakal keberatan kalo saya baca buku ini nih : Profil Kader Partai Keadilan Sejahtera. Duh, tau sendiri lah, saya paling benci hal-hal yang berbau politik, (at least saat ini). Lah ini kok saya bisa tertarik yah? Setelah saya baca daftar isinya, saya langsung tertarik untuk melihat isinya. Ternyata benar. Tu buku Excellent banget deh. Sebenarnya sih, kalau menurutku gak Cuma buat Kader  PKS. Tapi untuk orang-orang yang pengin hidupnya lebih baik, dia wajib baca buku ini. Nanti kontennya bisa disesuaikan. Mau tahu dalemnya? Ini nih kurang lebihnya :

Indikator Kemandirian Keuangan :

1.       Bekerja dan berpenghasilan

2.       Mendirikan badan usaha meskipun kecil

3.       Melakukan investasi

4.       Menabung (hal 13)

Wah, dari keempat point di atas, point mana ya, yang belum saya penuhi. Hehe, kayaknya 75% belum saya lakukan. Saya jadi mikir nih, saya sudah mandiri dalam kategori keuangan apa belum ya? Pastinya, belum banget.. Duh, saya dah bekerja, kadang-kadang. Sehingga kadang-kadang pula, saya baru berpenghasilan. Selebihnya, saya masih nyadong sama ortu. Hehe, jadi malu nih. Ayok, Piet… mulai bangkit. Kalau point pertama sudah dilakukan, selebihnya point ke-3 dan ke-4 bisa dilakukan, asal kita niat dan sungguh-sungguh. Tapi point yang ke-2 itu loh, yang agak berat. Ga cuma niat, tapi keberanian untuk memulai, keuletan dalam menjalankan, dan kegigihan untuk mempertahankan / mengembangkan juga harus punya. Tuh sulit banget kan?  Huwehuwe, kapan yah, semua point bisa terlaksana?

Indikator Kokoh Jasadiyah

1.       Menjaga penampilan

2.       Berolah-raga minimal 20 menit setiap hari

3.       Melakukan general check-up minimal sekali setiap tahun

4.       Menjaga kebersihan

5.       Mengikuti pola hidup sehat dalam mengonsumsi makanan dan minuman

Bagaimana ituh? Wah, saya masih jauh banget dari kategori sehat dan indah. Lihat saja, dengan tinggi badan saya yang tidak sampai 160 cm (Alhamdulillah…), saya memiliki bobot 61 Kg. Aduh aduh, buat jalan jauh aja menggeh-menggeh. Kira-kira karna apa ya? Kayaknya sih karena : (1) Saya suka makan apa saja (terutama mi ayam dan semua jenis masakan Jepang). Kalau saya pengin ini, ya saya makan ini. Nah, mungkin pola makan saya sudah seharusnya dirubah, kali ya?! Yang lebih parah lagi, habis makan biasanya saya tidur. Hehe. (2) Saya jarang olah raga, juga nggak pernah puasa. Ummm, dua puluh menit ya? Bisa nggak ya? Mmmmm, senin ma kamis yah? Masa tujuannya buat nurunin BB, duh, ga adil banget ya sama Alloh.. (3) Tidur saya tidak teratur. Nah ini yang sulit. Malam adalah waktu bagi saya untuk bisa menggali otak saya. Kalo siang…? Beuh. Jangankan mikir. Pokoknya kalo ketemu sama temen-temen, itu waktunya buat ngubrul. Kalo di kos mah, waktunya buat miceq, huwehuwe, maaf kasar. Habis kalo dah tidur saya tu bener-bener kalap. Habis subuh tidur, bangun paling gasik tu jam dua. Lah, jam dua siang tu kalo ngampus bakal dapet apa? Ruang dosen aja ditutup jam dua kurang lima menit. Nah lo, kapan mau lulus? Hihi.

Itu baru berat badan. Belum penampilan ma kebersihan. Aaaaaaaaaaa… saya jarang mandi, mandinya jamak terus, males nyuci baju, kalopun udah dicuci, nyetrikanya kapan-kapan. Wah, saya jadi keingetan kondisi kos saya. Duh, saya ingin secepatnya ke Magelang lagi, ngambil kunci. Besok sore ah. Saya pengen cepet-cepet bersihin kos saya, biar ga kaya sarang gandarwo. Hikz.

Saya jadi pengin baca buku tadi lagi. Itu baru sebagian kecil. Di buku tersebut cakupannya luas banget, mule dari bagaimana menjadi individu yang baik, warga masyarakat yang baik, sampai menjadi umat yang baik. Ntar deh, kalo sempet saya tulis lagi. Sebenarnya saya takut, jangan-jangan yang bikin buku marah, karna saya mengutip isinya tanpa ijin, apalagi membayar royalty. Tapi saya kira Beliau juga akan maklum, toh dalam buku tersebut ada yang menuliskan tentang berdakwah. Lah ini juga termaksuk dakwah kecil-kecilan, betul tidak…?